Kabupaten Bengkayang atau La La (Hanzi: 孟加影 hanyu pinyin: Meng Jia Ying) adalah salah satu kabupaten di provinsi Kalimantan Barat, Indonesia. Kantor Bupati terletak di Jalan Guna Baru Trans Rangkang, Bengkayang, 79282.
Sebelumnya merupakan pemekaran dari Kabupaten Sambas yang karena adanya Undang-undang Otonomi Daerah dimekarkan menjadi 3 daerah otonom yang terpisah, yaitu Kabupaten Sambas, Kabupaten Bengkayang dan Kota Singkawang. Terletak di bagian utara Kalimantan Barat, Kabupaten ini berbatasan langsung dengan Sarawak, Malaysia.
Bengkayang memiliki tanah yang subur dengan kontur yang beragam, sektor pertanian
memegang peranan penting dalam perekonomian daerah ini. Apalagi dengan
relief yang beragam, dari pegunungan hingga daerah pesisir pantai,
menjadikan Bengkayang kaya akan keanekaragaman sumber daya alam.
Pembangunan di wilayah ini masih tertinggal, namun dengan adanya
semangat otonomi daerah diharapkan dapat memacu pembangunan Bengkayang
menjadi lebih maju di segala bidang. Salah satu hasilnya adalah
berhasilnya pembangunan gedung Kantor Bupati satu atap, dimana dalam
satu gedung tersebut terpusat seluruh badan dan dinas yang ada di
lingkungan pemerintahan daerah. Hal ini bertujuan untuk meningkatkan
pelayanan terhadap publik. Selain itu proyek pengadaan air bersih juga
telah selesai direvitalisasi.
Sejarah
Asal Usul Bengkayang
Kata Bengkayang dalam Bahasa Tionghoa: La La
yang berarti jauh, awalnya Bengkayang merupakan sebuah desa bagian
wilayah Sambas, desa Bengkayang merupakan tempat singgah pada pedagang
dan penambang emas. Bengkayang pada masa penjajahan Belanda merupakan
bagian dari wilayah Afdeling Van Singkawang, dimana pada waktu itu pembagian wilayah afdeling administrasi yang daerah hukumnya meliputi:
- Onder Afdeling Singkawang, Bengkayang, Pemangkat dan Sambas (daerah Kesultanan Sambas)
- Daerah Kerajaan/Penembahan Mempawah
- Daerah Kerajaan Pontianak yang sebagian wilayahnya adalah Mandor
Setelah Perang Dunia II berakhir, daerah tersebut dibagi menjadi
daerah otonom Kabupaten Sambas yang beribu kota di Singkawang. Kabupaten
Sambas ini membawahi 4 (empat) kawedanan, yakni:
- Kawedanan Singkawang
- Kawedanan Pemangkat
- Kawedanan Sambas
- Kawedanan Bengkayang
asal nama bengkayang ialah diambil dari nama sungai kecil yang
dikenal dengan nama sungai bengkayang yang mengalir dan berujung ke
sungai sebalo (di pinggi Pasar Teratai Bengkayang). bengkayang. ada juga
menurut orang tua zaman dahulu yang saat ini masih hidup, nama
bengkayang di ambil dari bangkai.
Pembagian Administratif
Berdasarkan:
- Peraturan Daerah Kabupaten Bengkayang Nomor 6 Tahun 2004, tentang Perubahan Desa menjadi Kelurahan di Kabupaten Bengkayang,
- Peraturan Daerah Kabupaten Bengkayang Nomor 7 Tahun 2006, tentang Pemekaran Kecamatan Sungai Raya dimekarkan menjadi Kecamatan Sungai Raya Kepulauan,
- Peraturan Daerah Kabupaten Bengkayang Nomor 8 Tahun 2006, tentang Pemekaran Kecamatan Sanggau Ledo menjadi Kecamatan Tujuh Belas, dan
- Peraturan Daerah Kabupaten Bengkayang Nomor 12 Tahun 2006, pemekaran Kecamatan Samalantan menjadi Kecamatan Lembah Bawang di Kabupaten Bengkayang,
Sesuai dengan ketentuan tersebut di atas terdapat 2 (dua) kelurahan dan 17 (tujuh belas) kecamatan, yakni:
- Bengkayang, meliputi Kelurahan Bumi Emas dan Kelurahan Sebalo
- Capkala
- Jagoi Babang
- Ledo
- Lembah Bawang
- Lumar
- Monterado
- Samalantan
- Sanggau Ledo
- Seluas
- Siding
- Sungai Betung
- Sungai Raya
- Sungai Raya Kepulauan
- Suti Semarang
- Teriak
- Tujuh Belas
Pembentukan Wilayah Kabupaten Bengkayang
Kabupaten Bengkayang pada masa penjajahan Belanda merupakan bagian
dari wilayah Afdeling Van Singkawang. Pada waktu itu, dilakukan
pembagian wilayah administrasi Afdeling yang daerah hukumnya meliputi:
Onder Afdeling Singkawang, Bengkayang, Pemangkat, dan Sambas (daerah Kesultanan Sambas) Daerah Kerajaan/Panembahan Mempawah Daerah Kerajaan Pontianak yang sebagian daerahnya adalah Mandor.
Setelah Perang Dunia II berakhir, daerah tersebut dibagi menjadi
daerah otonom Kabupaten Sambas yang beribukota di Singkawang. Kabupaten
Sambas ini membawahi 4 (empat) kawedanan, yaitu:
- Kawedanan Singkawang
- Kawedanan Pemangkat
- Kawedanan Sambas
- Kawedanan Bengkayang
Pada masa pemerintahan RI, menurut Undang-undang No. 27 tahun 1959
tentang penetapan Undang-undang Darurat No. 3 tahun 1953 mengenai
pembentukan Daerah Tingkat II di Kalimantan Barat (LNRI Nomor 72 tahun
1959, tambahan LNRI Nomor 1980), terbentuklah Kabupaten Sambas. Wilayah
pemerintahan Kabupaten Sambas ini mencakup seluruh wilayah Kabupaten
Bengkayang sekarang.
Dengan terbitnya Undang-undang Nomor 10 tahun 1999 tentang
pembentukan Daerah Tingkat II Bengkayang, secara resmi mulai tanggal 20
April 1999, Kabupaten Bengkayang terpisah dari Kabupaten Sambas.
Selanjutnya, pada tanggal 27 April 1999, Menteri Dalam Negeri dan
Otonomi Daerah mengangkat Bupati Bengkayang pertama yang dijabat oleh
Drs. Jacobus Luna. Pada waktu itu, wilayah Kabupaten Bengkayang ini
meliputi 10 kecamatan.
Keberadaan Undang-undang Nomor 12 tahun 2001 tentang pembentukan
Pemerintahan Kota Singkawang mengakibatkan Kabupaten Bengkayang
dimekarkan kembali dengan melepas 3 kecamatan yang masuk kedalam wilayah
pemerintahan kota Singkawang sehingga tinggal menjadi 7 kecamatan.
Kemudian, pada tahun 2002, Kabupaten Bengkayang kembali bertambah
menjadi 10 keca-matan dengan pembentukan 3 kecamatan baru, yaitu:
Kecamatan Monterado, Kecamatan Teriak, dan Kecamatan Suti Semarang. Pada
awal tahun 2004, dari 10 kecamatan yang ada tersebut, Kabupaten
Bengkayang dimekarkan lagi menjadi 14 kecamatan dengan 4 kecamatan
barunya, yaitu: Kecamatan Capkala, Kecamatan Sungai Betung, Kecamatan
Lumar, dan Kecamatan Siding. Pada tahun 2006, dari 14 kecamatan
dimekarkan kembali menjadi 17 kecamatan. Tiga kecamatan yang baru
terbentuk adalah Kecamatan Sungai Raya Kepulauan, Kecamatan Lembah
Bawang, dan Kecamatan Tujuh Belas.
Pada bulan Agustus 2010 dilantik Bupati Bengkayang Terpilih yaitu
Suryadman Gidot,S.Pd. banyak pertanyaan masyarakat yang timbul, kenapa
bengkayang berasal dari nama la la,.padahal orang cina datang mengenal
bengkayang dimana mayoritas warga disana waktu itu dengan sebutan rara.
akibat orang cina tidak tau menyebutkan rara, karena lidahnya tidka bisa
jadilah la la.
Lambang Daerah
Lambang Kabupaten Bengkayang diambil dari berbagai potensi dengan makna sebagai berikut:
Makna Warna
Hijau muda pada keseluruhan lambang daerah, hijau tua pada tangkai
bunga kapas, dan dataran kaki gunung melambang kesuburan. Kuning pada
matahari dan petakan sawah melambangkan kematangan. Kuning emas pada
warna dasar pita bertuliskan "Kabupaten Bengkayang", tangkai padi, serta
buah padi melambangkan masa keemasan. Merah pada sebagian perisai dan
pita pengikat padi dan kapas melambangkan keberanian. Putih pada bunga
kapas, sebagian perisai tangkitn, mata tombak, dan sebagian pita
pengikat padi dan kapas melambangkan kesucian. Biru pada gunung
melambangkan keteduhan, ketenangan, atau kedamaian. Hitam pada polisir
bingkai lambang, lis pita, tulisan Kabupaten Bengkayang, angka "1999",
gagang tombak, dan tangkitn melambangkan ketegasan dan kesatriaan.
Makna Gambar
Matahari dengan tujuh belas pancarannya melambangkan tanggal tujuh
belas sebagai tanggal kemerdekaan Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Padi dan kapas melambangkan sandang dan pangan yang menggambarkan
kemakmuran dan kesejahteraan yang menjadi tujuan seluruh masyarakat
Kabupaten Bengkayang. Selain itu, kapas yang berjumlah delapan dan padi
yang berjumlah empat puluh lima menggambarkan bulan dan tahun
kemerdekaan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Perisai, tombak, dan
tangkitn melambangkan ciri khas kebudayaan masyarakat Kabupaten
Bengkayang. Gunung melambangkan bahwa secara geografis, Kabupaten
Bengkayang terletak di dataran tinggi sehingga terdapat banyak gunung
dan bukit. Petakan sawah sebanyak sepuluh bidang dan angka 1999
melambangkan Undang-undang Nomor 10 Tahun 1999 tentang Pembentukan
Kabupaten Bengkayang. Pita dengan empat lipatan warna merah putih yang
mengikat padi dan kapas melambangkan bulan April sebagai bulan
ditetapkannya Undang-undang Nomor 10 Tahun 1999. Lambang-lambang
berwarna hijau muda menggambarkan bahwa wilayah Kabupaten Bengkayang
merupakan daerah subur yang dapat membawa masyarakat Kabupaten
Bengkayang mencapai masyarakat yang adil dan makmur. Tulisan Kabupaten
Bengkayang menunjukkan bahwa Kabupaten Bengkayang adalah salah satu
wilayah dalam Provinsi Kalimantan Barat yang merupakan daerah otonom.
Semboyan "Adil Ka Talino" yang secara lengkap berbunyi "Adil Ka Talino,
Bacuramin Ka Saruga, Basengat Ka Jubata" memiliki arti bahwa dalam
memberikan pelayanan terhadap sesama hendaknya bersikap adil, setiap
perbuatan dan tindakan yang dilakukan harus selalu mencerminkan
kebaikan, serta selalu berpedoman kepada Tuhan.
Letak Geografis
Kabupaten Bengkayang merupa-kan salah satu kabupaten yang terletak di
sebelah utara Provinsi Kalimantan Barat. Secara geografis, Kabupaten
Bengkayang terletak di 0°33'00" Lintang Utara sampai 1°030'00" Lintang
Utara dan 108°039'00" Bujur Timur sampai 110°010'00" Bujur Timur.
Batas Wilayah
Secara administratif, batas-batas wilayah Kabupaten Bengkayang adalah sebagai berikut:
- Utara : Serawak-Malaysia Timur dan Kabupaten Sambas
- Selatan : Kabupaten Pontianak
- Barat : Laut Natuna dan Kota Singkawang
- Timur : Kabupaten Sanggau dan Kabupaten Landak
Topografi dan Sungai
Ada dua kondisi alam yang membedakan wilayah Kabupaten Bengkayang.
Kondisi alam yang pertama adalah pesisir pantai. Keseluruhan wilayah
pesisir ini termasuk dalam wilayah administrasi Kecamatan Sungai Raya.
Kondisi alam yang kedua adalah daratan dan perbukitan yang terdiri dari
Kecamatan Capkala, Samalantan, Monterado, Bengkayang, Teriak, Sungai
Betung, Ledo, Suti Semarang, Lumar, Sanggau Ledo, Seluas, Jagoi Babang,
dan Siding. Ada tiga Daerah Aliran Sungai (DAS) utama yang melintasi
wilayah Kabupaten Bengkayang, yaitu: DAS Sambas, DAS Sungai Raya, dan
DAS Sungai Duri. Dari ketiga DAS tersebut, yang paling besar adalah DAS
Sambas yang luasnya meliputi 722.500 hektare sedangkan DAS Sungai Raya
sebesar 50.000 hektare dan DAS Sungai Duri hanya sebesar 24.375 hektare.
Luas Wilayah
Secara keseluruhan, luas wilayah Kabupaten Bengkayang adalah sebesar
5.396,30 km2 atau sekitar 3,68 persen dari total luas wilayah Provinsi
Kalimantan Barat. Hal ini menjadikan Kabupaten Bengkayang sebagai
kabupaten dengan cakupan wilayah terkecil di Kalimantan Barat. Pada
tahun 2008, daerah pemerintahan Kabupaten Bengkayang dibagi menjadi 17
kecamatan. Dari sejumlah kecamatan yang ada, Kabupaten Bengkayang dibagi
lagi menjadi 2 kelurahan dan 122 desa definitif. Dilihat dari luas
masing-masing kecamatan, Jagoi Babang merupakan kecamatan yang paling
luas di Kabupaten Bengkayang dengan cakupan wilayah sebesar 655 km2 atau
sekitar 12,14 persen dari luas Kabupaten Bengkayang keseluruhan dan
kecamatan dengan wilayah terkecil adalah Kecamatan Capkala dengan luas
wilayah sebesar 46,35 km2 atau hanya sekitar 0,86 persen dari total luas
Kabupaten Bengkayang. Dilihat dari jarak tempuh terjauh dari ibukota
kecamatan ke ibukota kabupaten di Kabupaten Bengkayang, Kecamatan Siding
adalah kecamatan dengan jarak tempuh terjauh, yaitu sekitar 103,68 km
disusul Kecamatan Jagoi Babang dan Kecamatan Sungai Raya.
Jenis Tanah
Dilihat dari jenis tanahnya, sebagian besar daerah Kabupaten
Bengkayang adalah jenis tanah poldosit merah kuning, yaitu sebesar
322.347 hektare dan yang paling sedikit adalah jenis OGH, yaitu sebesar
6.700 hektare. Dilihat dari persebaran lerengnya, sebagian besar wilayah
Kabupaten Bengkayang masuk pada kelas lereng 15-40 % dan hanya sebagian
kecil yang masuk dalam kelas lereng lebih dari 40 %. Selanjutnya,
dilihat dari tekstur tanahnya, sebagian besar masuk dalam tekstur
sedang, yaitu sebesar 343.023 hektare. Luas wilayah tergenang di
Kabupaten Bengkayang hanya sebesar 36.020 hektare dan luas wilayah yang
tidak adalah tergenang sebesar 503.610 hektare.
Pulau-pulau
Walaupun hanya sebagian kecil wilayah Kabupaten Bengkayang yang
merupakan wilayah perairan laut, Kabupaten Bengkayang juga memiliki
sejumlah pulau, yaitu sebanyak 12 pulau. Dari sejumlah pulau tersebut,
ada sebanyak 5 pulau masih belum berpenghuni dan 7 pulau sudah
berpenghuni. Semua pulau yang ada terletak di wilayah perairan Laut
Natuna. Pulau terbesar yang berpenghuni adalah Pulau Lemukutan dan Pulau
Penatah Besar.
Kondisi Perairan
Perairan sebelah barat dan timur pulau-pulau kecil Bengkayang
merupakan pantai yang berarus dengan kecepatan yang relatif tinggi
berkisar antara 0,45 - 0,75 m/dt rata-rata bulanannya. Pasang surut
(pasut) di perairan Bengkayang bersifat campuran, yaitu di bagian utara
tipe ganda lebih dominan (diurnal), dan arah selatan tipe tunggal lebih
dominan (semi diurnal). Kisaran pasut pada waktu pasang purnama mencapai
1,2-1,7 m dan pada pasang perbani sekitar 0,4-0,8 m. Tinggi gelombang
rata-rata di wilayah ini berkisar antara 10-30 cm dan yang dominan dari
arah barat laut. Pada musim utara (Nopember-Pebruari), tinggi gelombang
dapat mencapai rata-rata 0,75 m
Kondisi Ekonomi Perairan
Luasan hutan mangrove di Kabupaten Bengkayang sekitar 2.800 ha yang
tersebar di muara Sungai Duri, Sungai Pangkalan, Sungai Raya, Sungai
Jaga, Sungai Keran, Sungai Ruk, Sungai Pasir dan Sungai Soga. Adapun
jenisnya antara lain api-api (Avicennia marina), bogem (Avecennia alba),
perepat (Sonneratia alba), bakau (Rhizophora spp.), tancang (Bruguiera
gymnorhiza), dan nyirih (Xylocarpus granatum). Sedangkan vegetasi pantai
di pulau-pulau kecil umumnya adalah pandan, kelapa, dan semak belukar.
Terumbu karang banyak terdapat di sekitar pulau-pulau kecil. Umumnya
berupa terumbu karang pinggiran yang terdapat di Pulau. Kabung, P.
Lemukutan, P. Randayan, P. Baru, P. Seluas, Pulau atau Gosong Baturakit,
P. Penata Kecil dan Besar. Sedangkan terumbu karang penghalang umumnya
menyebar dan tidak muncul di permukaan. Luas terumbu karang yang
kondisinya masih baik, diperkirakan sekitar 1.500 ha dengan
keanekaragaman yang tergolong tinggi. Potensi ikan karang yang ada di
daerah ini didominasi oleh ikan konsumsi yang relatif beruaya. Jenis
yang biasanya ditangkap para nelayan adalah kerapu (Cephalopholis
miniata), kerapu sunu (Variola louti), kerapu karang (Cephalopholis
boenack), kuweh (Caranx sexfasciatus), puka puteh (Caranx melampygus),
jenaha (Lutjanus gibbus), kakap tanda-tanda (Lutjanus fulviflamma), dan
baronang (Siganus sp.). Selain itu ditemukan juga ikan predator seperti
Chaetodon lunula dan Chaetodon trifascialis. Kelompok ikan karang yang
berperan di dalam rantai makanan diantaranya adalah jenis Amphibrion
ocellaris dan A. Frenatus, Malacanthus latovittatus, dan Forcipige
flavissimus. Rumput laut yang banyak dijumpai di daerah ini adalah jenis
Eucheuma sp., dan Caulerpa sp. Jenis lainnya adalah Sargassum sp.
Sedangkan lamun atau sea grass sangat minim dijumpai. Biota lain yang
ditemukan antara lain teripang (Holothuria sp.), kima (Tridacna sp.),
udang karang atau lobster (Panulirus spp.), dan bintang laut. Di samping
itu di perairan antara P. Lemukutan dengan P. Penata Besar dan
sekitarnya sering dijumpai ikan lumba-lumba. Penyu laut yang terdapat di
lokasi ini adalah penyu sisik (Eretmochelys imbricata) dan penyu hijau
(Chelonia mydas) yang masing-masing dikenal oleh masyarakat lokal
sebagai "sisik'" dan "penyo". Di pantai P. Randayan. P. Penata Besar, P.
Seluas, dan P. Baru, merupakan tempat penyu bertelur hampir sepanjang
tahun, dengan musim puncaknya sekitar bulan Desember - Maret yang
bertepatan dengan musim utara. Sedangkan di P. Penata Kecil sering
tertangkap penyu muda, dengan lebar karapas sekitar 25-30 cm.
Iklim
Iklim wilayah Kabupaten Bengkayang tergolong tropika berhujan tanpa
bulan kering dengan curah hujan tahunan 2.787 mm. Distribusi curah hujan
relatif merata sepanjang tahun. Musim kemarau biasanya terjadi selama 3
bulan yaitu Juni, Juli dan Agustus, dengan rata-rata curah hujan antara
128-200 mm. Musim hujan berlangsung lebih lama yaitu 9 bulan antara
Oktober - Juni. Keadaan udara Kabupaten Bengkayang tergolong lembab
sepanjang tahun. Rata-rata kelembaban udara tahunan adalah 85%. Suhu
udara minimum 21,1°C, maksimum adalah 33,5°C.
Penduduk
Jumlah Peduduk
Berdasarkan hasil proyeksi BPS Kabupaten Bengkayang, jumlah penduduk
Kabupaten Bengkayang pada tahun 2006 adalah sebesar 211.883 jiwa yang
tersebar di 17 Kecamatan.
Dilihat menurut jenis kelaminnya, jumlah penduduk laki-laki sebanyak
109.109 jiwa, sedangkan perempuannya sebanyak 102.774 jiwa. Berdasarkan
data tersebut dapat dihitung rasio jenis kelamin Kabupaten Bengkayang
pada tahun 2006 adalah 106, angka ini berarti jika ada 106 penduduk
laki-laki maka 100 penduduk perempuan. Penduduk Kabupaten Bengkayang
termasuk dalam kelompok usia muda. Hal ini dilihat dari masih banyaknya
penduduk yang masuk dalam kelompok usia muda (dibawah 20 tahun) yaitu
sebesar 48,68 persen.
Sosial Ekonomi Budaya Penduduk
Penduduk Kecamatan Sungai Raya didominasi oleh suku melayu Pontianak
dengan bahasa melayu berdialek Pontianak. Sedangkan penduduk asli di
pedalaman adalah suku dayak dengan bahasa dayaknya. Selain itu juga
terdapat masyarakat dari etnis Tionghoa dengan bahasa yang sehari-hari
digunakan adalah bahasa Cina, dan Suku Bugis. Penduduk Kecamatan Sungai
Raya sebagian besar beragama Islam, disamping agama Hindu, Katholik,
Protestan, Budha dan penganut aliran kepercayaan kepada Tuhan Yang Maha
Esa. Sehingga kebudayaan yang berkembang adalah kebudayaan melayu yang
banyak dipengaruhi oleh agama Islam.
Potensi Alam
Obyek Wisata yang ada di Kabupaten Bengkayang adalah :
Air Terjun Merasap
Air terjun riam merasap terletak di Dusun Segonde desa Pisak
Kecamatan Tujuh Belas dengan ketinggian 20 M, dengan jarak tempuh 62 Km
dari kota Bengkayang, objek unggulan dari kawasan ini adalah air terjun,
aneka flora dan fauna dan beberapa fasilitas pendukung lainnya seperti
Patung Bunda Maria. Air terjun riam merasap dapat dikunjungi dengan
kendaraan roda dua maupun roda empat.
Air Terjun Berawan't
Ketinggian air terjun Berawan't 75 M, terletak di Kecamatan Seluas,
untuk menempuh air terjun tersebut dari Ibu Kota Bengkayang dapat
menggunakan roda dua dan roda empat 75 KM, dari Kecamatan Seluas
dilanjutkan dengan berjalan kaki. Obyek unggulan dari kawasan ini adalah
air terjun, aneka flora dan fauna. Terletak di Dusun Melayang Desa
Sahan Kecamatan Seluas dengan ketinggian ± 75 meter jarak dari
Bengkayang ± 80 km.Dapat ditempuh dengan kendaraan roda 2 dan 4
disambung dengan berjalan kaki selama + 30 menit.
Air Panas (Spax)
Kawasan obyek wisata yang terletak di Kecamatan Jagoi Babang, dengan
jarak tempuh dari Ibukota Bengkayang 100 KM. Ciri khas dari air ini
adalah air terasa hangat ; bisa digunakan untuk terapi kesehatan dan
pengobatan reumatik. Di sekitar lokasi ini terdapat keindahan pesona
alam yang cukup menjanjikan untuk pengembangannya.
Air Terjun Seraung
Merupakan kawasan yang terletak di Kecamatan Siding ; dengan jarak
tempuh dari Ibukota Bengkayang 124 KM, dapat dikunjungi dengan kendaraan
roda dua.
Danau Taipi
Terletak di Kecamatan Monterado, dapat ditempuh dengan menggunakan
kendaraan roda dua dan roda empat, jarak danau Taipi dari Ibukota
Bengkayang 53,18 KM. Panorama kawasan danau ini masih indah dan asli.
Riam Pelayo
Terletak 7 KM dari Ibukota Bengkayang, tepatnya di Desa Cipta Karya
Dusun Riam Kecamatan Sungai Betung, obyek unggulan dari riam ini adalah
air terjun dengan ketinggian 10 M, aneka flora dan fauna, tempat
luncuran dengan panjang 6 M, riam ini dapat dikunjungi dengan
menggunakan kemdaraan roda dua dan roda empat.
Riam Marum
Terletak di Dusun Dawar Desa Pisak Kecamatan Tujuhbelas dengan
ketinggian ± 50 meter jarak dari Bengkayang + 85 km.Dapat ditempuh
dengan kendaraan roda 2 dan 4 disambung dengan berjalan kaki selama + 20
menit
Riam Sangadum
Terletak di Dusun Melayang Desa Sahan Kecamatan Seluas dengan
ketinggian ± 15 meter, jarak dari Bengkayang + 80 km. Dapat ditempuh
dengan kendaraan roda 2 dan 4 disambung dengan berjalan kaki selama + 20
menit.
Riam Bangaram
Terletak di Dusun Melayang Desa Sahan Kecamatan Seluas dengan
ketinggian ± 10 M, jarak dari Bengkayang + 75 km. Dapat ditempuh dengan
kendaraan roda 2 dan 4 disambung dengan berjalan kaki selama + 20 menit.
Riam Baro
Riam Baro terletak di Dusun Melayang Desa Sahan Kecamatan Seluas,
riam ini memiliki tingkat sebanyak 2 buah tingkat pertama ketinggiannya ±
10 meter dan tingkat kedua ketinggiannya ± 8 meter, di riam ini juga
terdapat batu yang berbentuk Kapal dengan ketinggian ± 16 meter, jarak
dari Kabupaten Bengkayang sekitar 85 km dan dapat ditempuh dengan
kendaraan roda 2 dan 4 disambung dengan berjalan kaki selama 40 menit.
Riam Pain’t Batah
Riam Pain’t Batah terletak di Dusun Melayang Desa Sahan Kecamatan
Seluas dengan ketinggian ± 8 meter, jarak dari Kabupaten Bengkayang
sekitar 80 km dan dapat ditempuh dengan kendaraan roda 2 dan 4 disambung
dengan berjalan kaki selama 15 menit.
Riam Erang
Riam Erang terletak di Dusun Melayang Desa Sahan Kecamatan Seluas
dengan 2 tingkat, tingkat pertama dengan ketinggian ± 8 meter dan
tingkat kedua dengan ketinggian ± 12 meter, jarak dari Kabupaten
Bengkayang 85 km dan dapat ditempuh dengan kendaraan roda 2 dan 4 dan
disambung dengan berjalan kaki selama 10 menit.
Hutan Adat
Hutan Adat Pengajit atau Hutan Pikol terletaknya di Dusun Melayang
Desa Sahan Kecamatan Seluas dengan luas 100 Ha, hutan Adat ini telah
diresmikan oleh Bapak Bupati Kabupaten Bengkayang Jacobus Luna, M.Si
pada tanggal 15 Oktober 2002, jarak dari Kabupaten Bengkayang sekitar 80
km dan dapat ditempuh dengan kendaraan roda 2 dan 4.
Riam Jugan
Riam Jugan terletak di Sanggau Ledo Desa Lembang Kecamatan Sanggau
Ledo dengan ketinggian ± 15 meter jarak dari Kabupaten Bengkayang
sekitar 50 km, dapat ditempuh dengan kendaraan roda 2 dan 4.
Riam Susok
Riam Susok terletak di Dusun Pejampi Desa Mayak Kecamatan Seluas
dengan ketinggian ± 20 meter jarak dari Kabupaten Bengkayang sekitar 66
km dan dapat ditempuh dengan kendaraan roda 2 dan 4 disambung dengan
berjalan kaki selama 10 menit.
Riam Mangkamang
Riam Mangkamang terletak di Dusun Pejampi Desa Mayak Kecamatan Seluas
dengan ketinggian ± 15 meter jarak dari Kabupaten Bengkayang sekitar 66
km dan dapat ditempuh dengan kendaraan roda 2 dan 4 disambung dengan
berjalan kaki selama 10 menit.
Budaya
Kabupaten Bengkayang memiliki aneka ragam budaya dan kesenian
tradisional diantaranya : Pesta Gawai Dayak, Festival Bumi Sebalo, Pesta
Naik Dango, Nyubeng, Cap Go Meh, Kesenian Barongsai, Tarian Adat dari
etnis Dayak, Melayu, Tionghoa, dan Jawa.
Objek Sejarah
Disamping itu, terdapat objek – objek Sejarah diantaranya :
- Rumah Betang Panjang Samalantan di Kecamatan samalantan.
- Benteng Pertahanan Belanda di Gunung Vandreng di Kecamatan Samalantan dan Kecamatan Sungai Betung.
- Tiang Bendera Raksasa di Kecamatan Monterado.
- Gedung Pancasila di Kecamatan Bengkayang.
- Meriam Kuno di Pulau Penata Kecil Kecamatan Sungai Raya Kepulauan.
- Tangsi (Barak Militer) Belanda di Kecamatan Sanggau Ledo
- tugu sam tio kio kongsi di desa kinande (pasar boedoek)kec. lembah bawang
- Rumah Adat Baluk di Desa Sebujit Kecamatan Siding.
Perekonomian
PDRB Kabupaten Bengkayang atas dasar harga berlaku pada tahun 2005
adalah sebesar Rp. 1.272.128,52 juta rupiah dan meningkat menjadi Rp.
1.460.852,76 juta rupiah pada tahun 2006. Hal ini berarti bahwa
pertumbuhan PDRB atas dasar harga berlaku yang terjadi antara tahun
2005-2006 adalah sebesar 20,30 persen. Selanjutnya, PDRB Kabupaten
Bengkayang atas dasar harga konstan 2000 pada tahun 2005 adalah sebesar
895.704,54 juta rupiah dan naik menjadi 952.088,58 juta rupiah pada
tahun 2006. Berdasarkan PDRB atas dasar harga konstan 2000, perekonomian
Kabupaten Bengkayang pada tahun 2006 tumbuh sebesar 9,07 persen
dibanding dengan pertumbuhan perekonomian tahun sebelumnya, yaitu
sebesar 6,68 persen. Ini berarti bahwa perekonomian Kabupaten Bengkayang
mengalami banyak kemajuan.
Jika dilihat per sektornya maka sektor yang memberikan kontribusi
terbesar pada PDRB Kabupaten Bengkayang adalah sektor pertanian diikuti
sektor perdagangan, hotel, dan restoran. Kontribusi sektor pertanian
pada PDRB Kabupaten Bengkayang tahun 2006 adalah sebesar 43,94 persen
sedangkan sektor perdaga-ngan, hotel, dan restoran memberikan kontribusi
sebesar 28,19 persen pada tahun 2006. Dengan demikian, dapat
disimpulkan bahwa struktur perekonomian Kabupaten Bengkayang masih
bersifat agraris karena kontribusi sektor tersebut paling besar
dibanding dengan sektor yang lain. Dengan kata lain, penopang utama
perekonomian masih berasal dari sektor pertanian. Dibandingkan dengan
tahun-tahun sebelumnya, sektor perekonomian yang mempunyai kontribusi
pada PDRB Kabupaten Bengkayang masih relatif sama.
Mata Pencaharian
Mata pencaharian utama masyarakat di Sungai Raya adalah nelayan.
Perikanan
Perairan Laut di Kabupaten Bengkayang, memiliki potensi sumberdaya
ikan yang cukup besar, terutama ikan pelagis, demersal, dan ikan karang.
Potensi lain adalah budidaya laut (penangkaran dan pembesaran) serta
budidaya ikan/udang. Penangkapan ikan pada umumnya dapat dilakukan
sepanjang tahun, dengan puncaknya pada bulan Juli sampai September.
Armada penangkapan yang digunakan adalah perahu tanpa motor, motor
tempel, dan kapal motor. Sedangkan jenis alat tangkap yang digunakan
adalah jenis gillnet, rawai, pukat udang, bagan tancap, togo, dan bubu.
Pendekatan Konservasi
Pendekatan konservasi dalam menetapkan Pulau Randayan dan pulau-pulau
sekitarnya sebagai Kawasan Konservasi Laut Daerah Kabupaten Bengkayang
adalah karena kawasan ini sebagai salah satu kawasan terumbu karang,
padang lamun dan tempat berkembang biaknya berbagai biota laut yang
sangat potensial untuk pengembangan sumberdaya perikanan dan kelautan
yang bernilai ekonomis tinggi. Selain itu, kawasan ini juga merupakan
daerah peneluran penyu yang berlangsung sepanjang tahun.
Pariwisata
Kegiatan pariwisata bahari di pesisir Kecamatan Sungai Raya sangat
potensial untuk dikembangkan. Wisata yang ditawarkan berupa snorkeling,
diving (menyelam), memancing dan rekreasi pantai. Daerah-daerah tersebut
diantaranya adalah:
- Pulau Penata, Pulau Randayan, Pulau Seluas dan sekitar wilayah Pulau Lemukutan dengan ekosistem terumbu karang yang cukup indah untuk dinikmati.
- Pulau Randayan dikenal sebagai habitat tempat bertelurnya penyu tersedia penginapan berupa villa.
- Beberapa lokasi sepanjang wilayah pesisir Kecamatan Sungai Raya dengan pantai berpasirnya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar